31 Maret 2026


Rindu ini tidak lagi pandai bersembunyi,
ia menetes pelan di sela-sela malam,
seperti atap bocor yang tak pernah sempat kau perbaiki
diam, tapi pasti membasahi hati.

Namamu masih kusebut
dengan suara yang hampir hilang,
seperti doa seorang ibu
yang tahu anaknya mungkin tak akan pulang.

Aku menyimpanmu
di tempat paling sunyi dalam diri,
di sana tak ada siapa-siapa
kecuali kenangan yang terus belajar hidup sendiri.

Kadang aku ingin lupa,
tapi ingatan lebih keras kepala dari aku,
ia memutar ulang tawamu,
seolah waktu tidak pernah benar-benar berlalu.

Rindu ini sederhana,
tidak meminta apa-apa lagi,
hanya ingin kau tahu
aku pernah mencintaimu
sebegitu sunyi
sampai dunia pun tak menyadarinya.

Dan jika suatu hari kau kembali,
mungkin aku sudah tak ada di tempat yang sama
tapi percayalah,
sebagian dari aku akan tetap menunggu,
di waktu yang tidak pernah selesai,
memanggil namamu
tanpa suara.