Bandung Jakarta Yogyakarta
Di Antara Sesak dan Suara
rel berderit, suara jelata
kereta ekonomi, sesak nyata
proletariat saling bersua
keringat jadi bahasa bersama
tak ada kasta di bangku tua
dengung wacana beradu arah
di antara harap dan luka sejarah
agitasi lahir dari himpitan
bukan sekadar teori di ruangan
propaganda menjelma obrolan
di sela tubuh dan perjalanan
mahasiswa mencatat diam-diam
antara ideal dan kenyataan tajam
di gerbong sempit yang pengap malam
tumbuh sikap, tak lagi padam
hanya ada satu kata:
aluta contiunita
demokrasi, atau kehilangan arah.